:::: MENU ::::

Kamis, 11 Juli 2019


Pesanan Batal dan Sedekah

Titin adalah gadis kota yang dilahirkan dari keluarga berkecukupan. Ia selalu diajari untuk hidup sederhana dan bertanggung jawab. Titin memiliki hobi membaca dan memasak. Kedua hobi tersebut ia dapatkan dari kedua orang tuanya. Ia rajin meminjam buku di perpustakaan sekolah sehingga penjaga perpustakaan sangat akrab dengannya. Setelah lulus sekolah, Titin tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena kedua orang tuanya tidak mampu membiayai. Selain itu, ia juga tidak berhasil lolos jalur beasiswa. Titin tidak patah semangat dan ia memutuskan untuk bekerja, membantu kedua orang tuanya mencari nafkah karena kedua adiknya masih membutuhkan banyak biaya untuk sekolah.

Dengan keahlian yang dimiliki dari hobinya memasak, ia memiliki ide untuk membuat kue basah untuk dijual. Titin membuat beberapa jenis kue dan ia tawarkan ke beberapa toko dan warung. Semangat Titin untuk berjualan kue sangat tinggi sehingga ia membuat berbagai iklan di media sosial agar banyak yang tahu tentang usahanya tersebut. Ketekunan Titin berbuah manis, ia mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Karena waktu hanya sedikit dan kue yang dibuat sangat banyak, ia mengajak tetangga untuk turut membantu yang nantinya akan ia beri upah jika semua pekerjaan selesai.

Semua kue sudah selesai dibuat sebelum jam pesanan akan diambil. Namun saat Titin menghubungi nomor pemesan, pemesan tersebut membatalkan pesanan secara tiba-tiba. Titin sangat terkejut dan telepon dimatikan begitu saja oleh pemesan. Titin berusaha menghubungi kembali namun nomor pemesan sudah tidak bisa dihubungi. Titin sangat bingung karena kue basah yang ia buat hanya bertahan tak lebih dari 24 jam. Selain itu, ia juga harus membayar upah tetangga yang sudah membantunya membuat kue.

Dengan langkah cepat, Titin segera mengedarkan kue ke warung dan toko namun sisanya masih banyak. Dengan besar  hati, Titin membagikan kue-kue tersebut kepada siapa saja yang ia temui. Selain itu, ia juga membagikannya di panti asuhan yang dekat dengan rumahnya. Kue pun habis dan ia merasa lega meskipun merugi.

Titin menceritakan kejadian tersebut kepada penjaga perpustakaan yang masih berkomunikasi dengan baik meskipun ia sudah lulus sekolah. Tanpa diduga, penjaga perpustakaan menawarkan Titin untuk menjual kue di sekolahnya dulu. Dengan senang hati Titin menerima tawaran tersebut sehingga Titin memiliki pendapatan tetap dari berjualan di sekolah. Tak hanya itu saja, Titin juga kerap mendapatkan pesanan dari orang yang sebelumnya ia beri kue saat insiden pembatalan pesanan.

Keikhlasan menghadapi musibah dan ikhlas berbagi membuat Titin mendapatkan rezeki yang sangat berlimpah. Tak mau mengambil risiko untuk masa depan, ia memutuskan untuk membuka rekening tabungan dan asuransi. Ia juga menggunakan fitur Asuransi Wakaf setelah membaca berbagai informasi di https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/fitur-wakaf.

0 komentar:

Posting Komentar