4 Penyebab Rusaknya Print Head

 

Print Head

Print head atau kepala printer adalah komponen printer yang menyimpan sekaligus memiliki tugas untuk menyemprot atau memindahkan tinta ke atas kertas. Mengutip laman Techopedia, bagian ini merupakan komponen inti sebuah catridge pada printer inkjet maupun ink tank printer yang bisa kamu temukan di sini https://www.brother.co.id/id-id/contents/refilltankprinter. Pasalnya, print head berisi rangkaian listrik printer dan nozzle (semacam jarum berukuran kecil untuk menyemprotkan tinta), yang mana merupakan bagian terpenting untuk mencetak dokumen. Tak ayal, kerusakan pada print head berarti ketidakmampuan printer untuk melakukan tugasnya dengan normal.

Agar printer dapat selalu mencetak dengan baik, mengetahui berbagai penyebab umum rusaknya print head sangat penting, jadi Anda bisa berusaha mencegahnya. Dan berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1.       Aus atau lapuk

Melansir situs Computype, penyebab pertama rusaknya print head adalah keausan atau penyusutan karena tergosok. Keausan pada print head ini umumnya terjadi karena gesekan antara komponen-komponen kecil yang ada di dalamnya; terlepas dari bahan ataupun metode perawatannya. Apakah masalah ini bisa dicegah? Jawabannya bisa. Salah satu caranya ialah rutin membersihkan tumpukan debu di atas kertas yang lama tersimpan di tray sebelum menggunakan printer. Selain itu, kamu juga perlu menyeka print head dengan pembersih yang sesuai petunjuk secara berkala.

2.       Terkontaminasi

Kontaminasi print head umumnya berasal dari media kertas yang mengandung atau terkena bahan abrasif. Ketika kertas ini melewati print head, lapisan pelindung kepala printer ini bisa rusak. Setelah itu, print head akan ikut rusak. Untuk menghindari kesalahan ini, baca baik-baik buku petunjuk printer tentang jenis media apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan pada printer-mu. Selain itu, simpan pula kertas cetak di tempat yang aman agar bebas dari kotoran atau kontaminasi bahan berbahaya lainnya.

3.       Penumpukan residu

Penumpukan residu berupa debu atau kotoran sisa tinta biasanya terjadi pada lapisan pita atau lapisan media pada print head. Adanya endapan pada bagian ini bisa mengganggu pergerakan dalam print head. Walhasil, print head menjadi kepanasan atau overheat lalu rusaak. Dikutip dari Computype, penumpukan residu ini sering kali terjadi karena metode perawatan printer yang tidak tepat ataupun pengaturan kecepatan printer yang terlalu tinggi.

4.       Korsleting listrik

Korsleting listrik atau lepasnya muatan listrik statis memang terjadi di luar printer. Meski begitu, masalah ini merupakan salah satu penyebab utama rusaknya print head, loh. Pasalnya, korsleting listrik akan otomatis merusak sirkuit listrik internal print head. Tak ayal, print head akan rusak ketika korsleting terjadi di saklar listrik. Untuk menghindari hal ini, bacalah cara merawat printer dalam buku petunjuk printer dengan teliti. Selain itu, periksa juga sumber listrik sebelum mencolokkan kabel printer ke saklar agar korsleting listrik tidak merambat ke printer.

Demikianlah informasi soal penyebab-penyebab rusaknya print head. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

 

Mengenal Apa itu Investasi dan Jenis-Jenisnya Untuk Panduan Dasar

Investasi


Pengertian Investasi

Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata investasi. Investasi juga sering dikenal dengan istilah penanaman modal. Namun, apa itu investasi? Sebenarnya, investasi adalah meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang atau tenaga dengan harapan mendapatkan keuntungan atau manfaat di masa mendatang.

Investasi pada daerah pedesaan sering dilakukan oleh petani dengan cara membeli ternak untuk dipelihara, yang nantinya akan mendapatkan keuntungan ketika dijual. Lain halnya dengan masyarakat daerah perkotaan yang memiliki beragam jenis pilihan investasi, mulai dari properti, emas, saham, obligasi dan lain sebagainya.

Singkatnya, prinsip investasi tetaplah sama, hanya saja saat ini terdapat berbagai pilihan jenis jenis investasi.

Komponen yang Harus Dipahami dalam Investasi

1.     Dana atau Aset

Agar bisa berinvestasi, maka Anda harus memiliki dana atau aset. Anda tentu tidak akan bisa membeli suatu barang seperti rumah atau emas apabila tidak memiliki ketersediaan dana.

2.     Waktu

Setiap investasi membutuhkan waktu untuk meningkatkan nilainya. Waktu tersebut tidaklah singkat, melainkan cukup lama.

3.     Tenaga / Pikiran

Selain harus memiliki dana dan waktu, Anda juga harus bisa meluangkan tenaga dan pikiran dalam  belajar investasi, agar hasil dari investasi Anda bisa maksimal. Selain itu, Anda juga harus belajar cara-cara berinvestasi yang benar.

4.     Risiko

Setiap investor tentu mengharapkan sebuah keuntungan dari hasil investasinya. Namun tidak ada sebuah jaminan bahwa investasi yang Anda lakukan bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Hal tersebut bisa saja terjadi selama periode waktu tunggu tersebut terdapat kejadian yang tidak diharapkan. Hal tersebut yang dikenal dengan sebutan risiko. Dengan demikian, sebagai investor Anda harus berkomitmen untuk mengikatkan dana dan juga harus bersedia menanggung risiko yang kemungkinan terjadi.

Jenis Investasi

1.     Investasi Keuangan

Investasi jenis ini bisa berupa saham, obligasi, mata uang asing, deposito, dan reksadana (produk kombinasi dari saham, obligasi, dan deposito).

2.     Investasi Properti

Investasi properti bisa berupa apartemen, tanah kosong, rumah, ruko, kos-kosan, dan penginapan. Investasi properti cenderung akan mengalami peningkatan harga dari tahun ke tahun.

3.     Investasi Bisnis

Terdapat berbagai jenis bisnis yang bisa dijadikan sebagai investasi. Dan tidak semua bisnis tersebut membutuhkan modal yang besar.

4.     Investasi Logam Mulia

Produk yang umumnya digunakan dalam investasi jenis ini adalah emas. Namun bisa juga menggunakan intan dan platinum.

5.     Investasi Pendidikan

Investasi pendidikan memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan akademis dan kemampuan praktis seseorang.

6.     Investasi dalam Jaringan

Investasi dalam hal jaringan dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah teman atau relasi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pemasaran produk yang dimiliki. Contohnya seperti MLM (Multi Level Marketing).

7.     Investasi Dalam Bentuk Barang Antik

Investasi jenis ini bisa berupa lukisan, kendaraan kuno, uang kuno, dan peralatan-peralatan kuno yang memiliki nilai jual tinggi.

Demikian penjelasan singkat pengertian dari investasi, dan dari penjelasan tersebut Anda tentu bisa menentukan pilihan jenis investasi apa yang akan Anda pilih.

 
Charlotte Blogger Blog Design by Ipietoon